Dear All,
Tak bermaksud "MBALELO" ,sehubungan dengan beberapa saran dari rekan-rekan pecinta blogger, terhitung mulai hari ini, 18 April 2009 Cemara Angin yang seharusnya mengupas tuntas tentang bunga dan taman akan saya fokuskan didunia karya tulis puisi dan tentang kehidupan, alam, cinta kasih secara natural. Sesegera mungkin saya akan membuat blog baru yang akan bermain-main diseputar bunga dan taman yang memang bagian dari hidup saya.
Salam,
maz_yons
Sabtu, 18 April 2009
Rabu, 15 April 2009
LENYAP SENYAP

15 hari sudah
ku lewatkan begitu saja April
seperti air
seperti awan
seperti angin
berlalu
berlari begitu saja jiwamu
tanpa sehelai benang
untuk dapat disambungkan kembali
15 hari sudah
dirimu tebang melayang bersama hijau pupus
yang melingkar dilehermu
seperti air
seperti awan
seperti angin
April adalah kekasih
yang luka dan ku harap tak
yang luka dan ku harap tak
kaku
(saat mendung menggantung)
Selasa, 31 Maret 2009
Anyelir

Penghujung Maret
bukanlah akhir segalanya
Meski bathin tak lagi harus berkecamuk lantaran realita
Ku harus mengerti
apa yang harus kubungkus rapi
lantaran rindu
harus disudahi
Kenangan tak harus dibunuh
Anyelir
t'lah tebarkan wewangi
pada siapa yang dikehendaki
Hujan saja setia jatuhkan air kepada sesiapa
yang dikehendaki
Ridho sudah harus jadi nyata
tak lagi mendendang sesuka jiwanya
Terbang berbulan-bulan sudahlah
harus dicukupi
untuk kembali kepada yang semestinya harus dikasihi
Anyelir
ma'afku
kugariskan
dipenghujung Maret ini
(Sa'at bathin harus tegar,31 Maret 2009)
Jumat, 27 Maret 2009
Melati Senja

Sendiri
dihitung i hari-hari
sepi tak terlalu berarti baginya
lantaran bocah-bocah kecil menyambangi mata bathinnya
Sendiri disenja
adalah senyuman yang melingkup dinding hatinya
Tak seorangpun tau apa
yang ada dibenaknya
Ku datang bawakan kembang
kuterbang bawakan selendang hijau pupus
meski masih dimimpi
Melati
biarkan ku lagukan kasmaran apa saja
yang pasti hatimu mengerti
(senja mengarak awan jadi merona warna)
Sendiri
dinantinya tautan jemari melingkup kasih
ku petikkan untukmu segenggam melati
agar rindu yang membatu
tak jadi empedu
Ku
tak boleh berharap terlalu jauh
lantaran nyata adalah
kehidupan
(Sa'at senja meradang, 27 Maret '09)
Kamis, 26 Maret 2009
Amarylis

Jalani
lah
jalanmu
Yang kemarin t'lah kau gariskan lewat garis tegas
tanpa patah-patah
Amarylisku
Aku sadar dalam berkasih
Aku ridho dalam mendendang
tapi aku belum punya setitik permata untuk bahagiakanmu
Ku tau penantian itu panjang
terkadang ada kata tak berujung
tapi ini ku abadikan
dalam sejumput doa seikat asa
Amarylisku
ku hanya bisa melagu tentang kembang setaman
tentang awan berlenggang
tentang hujan
mandikan bebungaan
Amarylisku
Terbanglah bila inginkan
kebebasan tanpa
belengguku
(sa'at dirimu melaut tak tertaut)
Langganan:
Postingan (Atom)
