Jumat, 19 November 2010

"FOKUS"



Ada kalanya kebimbangan hidup selalu ada
meski semua itu harus dijalani
Ketika kita takut atau berani
sama-sama dituju
kematian sudah pasti

Mungkin banyak pilihan
sehingga jalan lurus yang seharusnya ditempuh singkat
berbelok arah walaupun memang kita akan mengarah ke tujuan itu sendiri

Sudah saatnya kita memfokuskan diri
mau dibawa kemana diri kita ini

(Renungan Jum'at pagi 19 Nov'2010)

Senin, 03 Mei 2010

CUKUP LAMA.........


Sahabat...
cukup lama aku tidak mengisi blog-ku
Alhamdulillah, rutinitas baru kini ku jalani
sketsa dan terus sketsa...
Semoga

Selasa, 03 November 2009

BULAN USAI SUBUH


.......mengarak awan
segan menutupi tubuh rembulan
yang baru saja semalam senja
menghadiahkan pada perawan
tentang purnamanya

.........terlelap mata segala
tak hiraukan
padahal azan mendayu deru
mengisi ruang hampa
pada alam
sejuk menusuk

............pada Sang Khalik ku
berbisik
:"Tunda azabMu ya Rabbi
mereka mungkin kelelahan seharian
menduniawi"

(Sa'at purnama tak dihiraukan,usai subuh 03 Nov'09)

Senin, 02 November 2009

ELANG DUNGU


........sayapnya patah
lara hati mengurus tubuh
lantaran menumpuk
duka
yang dikais-kaisnya

(akhir Oktober '09)
sa'at bimbang tak jadi apa-apa

Kamis, 22 Oktober 2009

Debu Kasmaran


........sudahlah jangan digarisi masa lalu
pedih nanti menggores
adikku

Perjalanan panjang tak berujung
adalah masa lalu yang terhalang

Kaitan jemari
bukanlah sebuah keniscayaan

Ontel tua itu tak lesu
hantarkan kita diperjalanan penuh
debu

Kabari
bila lukamu
tak sembuh

(hujan baru saja reda, 22 Oktober '09)

Minggu, 20 September 2009

Merajuk


(kepada Anggie)

Tak baik merajuk
anakku
kan sudah dibagi pecahan lima ribu yang baru
nanti bapak tambahi
dengan pecahan dua ribu yang
kau idam-idamkan
kemarin bapak tak kebagian

Jangan merajuk putriku
kembang api yang tadi malam
kan masih tersisa untuk disulut malam nanti

Anakku....
mari jadikan Idul Fitri ini
memutih diri
(20 09 2009, sa'at 1Syawal harus bertugas)

Kamis, 06 Agustus 2009

Tidur Panjang

( kepada WS RENDRA)

Sayapmu
tak berkepak lagi wahai
Sang Burung Merak

Letih mengolah kata
Menjajal hidup
mengusir kemunafikan di latar bumi

Sahabat sejatimu baru saja
digendong Sang Khalik
belum lagi kering air mata
di mata air
kerumunan para pemahat seni
engkau menjemput
sahabatmu

Sayapmu
tak lagi mengepak
menderu suasana

Ku bungkuskan padamu
segenggam do'a
untuk bekalmu menghadap Sang Pemilik

Saudaraku pemakna kata
.....selamat jalan

(sa'at gerimis mulai basahi debu di bathinku, 23.41 WIB)

Kepada...


Lelah tak dapat dipungkiri dari garis raut wajahmu
sahabat
Engkau ''gendongi isi bumi'' yang
banyak jahili nurani

Tidur panjangmu
lantaran
kasih Sang Khalik

Mbah...
Selamat tidur digendongan''
Sang Pengasih


(Berastagi, sa'at hujan masih belum mau bersahabat, 06 August '09)

Minggu, 02 Agustus 2009

Memutih Hamparan Jiwa


T'lah ku bakari jantungku sendiri
meronta-ronta
panas mengganas
mengkobar api berkecamuk
menggulung cinta kandasmu

Biarkan habis terbakar
niscaya ilalang
kan menghampar putih
membunga bumi
(lalu ku makin sadari siapa aku)

(Sa'at musim belum berganti, 02 August '09)

Senin, 06 Juli 2009

Jacko



Iba aku hayalkan ragamu
Seharusnya sudah berteman bumi
tapi dilamakan
lantaran prosesi

Seharusnya engkau tulis disurat wasiatmu
''segerakan aku 'tuk tidur lelap di wewangi syurga jika
nyawaku melayang''

Iba aku hayalkan ragamu
Seharusnya sudah terselimut kafan
tapi diagungkan
lantaran tenarmu

Seharusnya engkau tuliskan disurat wasiatmu
''aku hanyalah manusia biasa yang tak harus
dielukan
jika jiwaku terbang''

......JAcko......
Selamat jalan
Nyanyikan lagumu
jika syurga tempat tinggalmu
semoga

(selamat jalan)

Sabtu, 04 Juli 2009

''TERBANG MENGAMBANG''


awan saja sesuka hatinya
mewarna rupa
mengangkasa
melaju
menjadi hujan
temani petir
tapi kenapa kau belenggu aku
'tuk berkata-kata

biarkan sesukaku menyanyi
lagu jiwa
ku tak cungkili lagu hidupmu
awan saja diam dicabik-cabik
halilintar
menggelegar
menggumpal
diam
terkadang melawan
tak mau jatuh
di bumiku

biarkan sesukaku memetik
dawai tak
kasmaran
lantaran ku 'tlah fahami siapa aku

(sa'at letih merangkai mawar putih 04 Juli'09)

Minggu, 28 Juni 2009

''BIAR HATIKU BERTERIAK''

Jangan kau bungkam mulutku
dari apa yang ingin ku katakan
ini hakku
Jangan kau batasi jiwaku berontak
dari apa yang ingin ku luapkan
ini kebebasanku
Jangan kau lumpuhkan hatiku
dari apa yang ingin ku tuangkan
ini mauku

Biar ku
caci maki diriku sendiri

Ku tau begitu mudah
engkau hapus
perjalananan indah itu

(saat kabut pagi)
Lalu aku menyobek-nyobek jiwaku sendiri
bukan jiwamu

Rabu, 17 Juni 2009

''Selepas Maghrib''







Anakku...
Ku tak bermaksud menyayat hatimu
dengan sembilu kata lewat puisi
Kemarinku
Hingga sajadah basah
kau sirami dengan air matamu

Tak seharusnya kutuangkan lewat alam maya ini
tapi kemarin hatiku lurus
tak patah untuk merangkai
meski sedikit rapuh lantaran
lelahku

Anakku....
Aku belajar tegar
karena masa lalu sudah ku
janjikan dengan Ibumu untuk
dibungkus rapi dan jangan dibuka lagi
(t'lah ku kubur tak kutabur melati)

Ku yakini Sang Pengasih
dengarkan do'a kita
'tuk tegar hadapi bebatu

Ku fahami Sang Penyayang
telah siapkan untuk kita
permadani kehidupan yang lebih indah
( lalu ku hapus air matamu )

Suci....
Gadis karangku
Senandungkan saja lagu tentang
jiwa yang agung
tentang nurani yang memutih
Aku tak tinggal diam
siapkan perahu hidupmu

Anakku...
Ma'afkan puisi
kemarin ku
( sesa'at aku diam pandangi malam yang tenang lewat jendela
jiwa yang berdebu)

(Ketika hidup harus kembali, 17 Juni '09)






Selasa, 16 Juni 2009

''SUCI''


Kepada Suci
anakku

Aku tau apa yang ada di kedalaman hatimu
keinginan yang belum tercapai
duniawi yang menghantui
hayalan yang mengambang
Sabarlah anakku

Senyummu dapat ku mengerti
batasan antara keinginan dan kenyataan
kita memang sudah digariskan untuk hidup seadanya
Tapi bersyukurlah
kita masih punya jiwa

Kepada Suci
anakku

Kita selalu berbagi cerita tentang hidup yang sebenarnya
Tentang kemunafikan nyata
yang ada disekitar kita
Tundukkan bathinmu
Lantaran hidup bukanlah berkekalan
Suatu hari nanti
Sang Pangeran akan menyambut jemarimu

Terbanglah dalam awan yang hakiki
tapaki hembusan angin
berbagi dengan semua
seperti aku yang kini selalu berbagi
wewangi
meski hanya dalam puisi

(sa'at dirimu diam mengharapkan sekolah yang lebih tinggi, 16 Juni'09)

Senin, 15 Juni 2009

''BERBAGI WEWANGI''




Sahabat.....................
Kalaulah waktu ku penuh
tuk cerita bunga
pastilah
kan kubagi selalu
wewangi bunga untukmu
Hari ini kuhadiahkan untukmu
mawar diam
yang ku
petik dari tamanku
(sesaat hati penuh bunga, 15 Juni '09)


Sabtu, 13 Juni 2009

''Rangkaianku Hari Ini''

Sahabat..........
Ingin aku berbagi kebahagian lewat bunga
yang ku rangkai hari ini










''PESAN ISTRI KEPADA SUAMINYA SEBELUM MATI''

''Bang................
matilah mati nanti dalam tanda
titik

Jangan tanda seru
atau
tanda tanya
....................................
kelak kan ku tancapkan
melati garis lurus
di dada kuburmu
agar wangi
meski tak teduh''

(Lelaki itu diam,tak
berbalas kata
lantaran
menahan perih
luka
dihatinya)

sesa'at tak jadi hujan,Berastagi,13 Juni kosong 9

Jumat, 12 Juni 2009

''Kepada.....''

Peri kecil
Sudah sembuh kah lukamu?
Ku tanyakan lantaran
kemarin kau nyatakan
tentang jiwa yang resah

Peri kecil
Sudah kau petik kah melatimu?
Kutanyakan lantaran
kemarin kau tawarkan
tentang luka yang
menganga

Peri kecil
Jalani jalanmu
Engkau tak sendiri

(Puisi pendek kepada hayal,12 Juni '09)

''KU HANYA...............''

Ku hanya ingin dengarkan
suaramu
sekali saja
tak lebih dari itu
Tidakkah kau izinkan?

Ku hanya ingin sapamu
sedetik saja
tak lebih dari itu
Tidakkah kau hiraukan?

Ku hanya ingin tau
kabarmu
tak lebih dari itu
Tidakkah kau bukakan?

Ku hanya ingin
sebelum ku
bisu
hingga bulan tenggelam

(Galau ada, 12 Juni '09)

Rabu, 06 Mei 2009

'' Ketika Bumi Mengadu Pada Bulan''


Cumbui aku
bulan
(bumi memelas manja)
Kemarin bukankah sabitmu t'lah kuliti jiwaku
Ku mohon

Taburi aku
bulan
(bumi bermanja lagi)
Kemarin bukankah t'lah ku kirimkan padamu
seteguk air 'tuk lepaskan dahagamu

Jagakan tidurku
bulan
(bumi melirih lagi)
Kemarin bukankah t'lah ku kabarkan mimpiku
padamu

Sudahlah sudah
jangan cungkili lagi
hatimu
nanti perih luka
mu
tak sembuh

(Selepas Senyap, 06 Mei 09)

Daftar Blog Saya